Tema : Pengorbanan
Latar tempat : Sungai dan Kerajaan
Latar waktu : Siang hari
Latar suasana : tegang, santai, gembira, dan sedih
Tokoh :
Hari sebagai Brata
Kristin sebagai Dewi Putih
Kurnia sebagai Jaka
Agung sebagai Joko
Melia sebagai Dewi merah
Tata sebagai Pengawal
Alur : Maju
Penokohan
Hari : tegas, pemberani, penyayang
Kristin : tidak punya pendirian, perhatian
Kurnia : Penyesat, pemberani
Agung : Pemberani, tidak punya pendirian
Melia : perhatian, penyayang
Tata : setia, penurut
Amanat : Janganlah suka membolos
Alkisah, terdapat dua orang Dewi yang cantik jelita, Dewi tersebut bernama Dewi Merah dan Dewi Putih. Mereka merupakan 2 dari 9 Dewi Kerajaan Dupuk Sari.
Pada suatu hari, mereka membolos dari Kerajaan Dupuk Sari untuk mandi di Sungai Pelepok Jaya. Setelah beberapa lama menikmati segarnya Sungai Pelepok Jaya, tiba-tiba ada dua orang pemuda kembar gagah perkasa bernama Joko dan Jaka yang sedang ngobrol di tepi sungai. Tetapi, dengan tidak sengaja mereka melihat Dewi Merah dan Dewi Putih itu sedang mandi di Sungai Pelepok Jaya tersebut. Sehingga hal tersebut mengubah hasrat Joko dan Jaka dari berburu menjadi mengintip kedua gadis itu.
Setelah beberapa lama mengintip, mereka ketahuan juga oleh ke dua Dewi tersebut, sehingga Dewi Merah dan Dewi Putih berteriak-teriak untuk meminta tolong. Kebetulan, Kakanda Dewi merah yaitu Raden Brata sedang mencari keberadaan mereka, karena Raden Brata mendapat laporan dari pengawalnya kalau Dewi Merah dan Dewi Putih kabur dari kerajaan Dupuk Sari.
Setelah beberapa lama mencari, akhirnya Raden Brata berhasil bertemu dengan Dewi merah, Dewi Putih, dan dua orang pengintip yaitu Jaka dan Joko di Sungai Pelepok Jaya. Ditempat tersebut terjadilah pertempuran yang sangat seru antara Raden Brata versus Joko dan Jaka.
Setelah beberapa lama bertempur, akhirnya Raden Brata dapat mengalahkan kedua pengintip itu dan keluar sebagai pemenang di pertempuran tersebut. Sehingga Dewi Merah, Dewi Putih, dan Pengawalnya bergembira. Akhirnya merekapun kembali hidup seperti biasa di Kerajaan Dupuk Sari.
Pada suatu kisah, terdapat dua Dewi yang cantik jelita. Dewi tersebut bernama .Dewi merah dan Dewi Putih. Ke dua Dewi tersebut merupakan 2 dari 9 dewi Kerajaan Dupuk Sari yang sedang membolos dari kerajaan mereka untuk mandi di sungai Pelepok Jaya.
Dewi merah : enak banget yaaa mandi di sungai ini.(sambil
mrenges)
Dewi Putih : Iya enak banget, daripada belajar di kerajaan bosen
Banget ( memanyunkan bibirnya )
Dewi merah : Kapan-kapan kita bolos lagi yuk.
Dewi Putih : eeeeeeeeeeeeeeeee gimana yeaaaa (sedang berpikir)
Dewi merah : Ayolah kita kan saudara masak nggak mau sih
( sambil mengedip-ngedipkan mata )
Dewi Putih : yellaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhh (dengan berat hati)
Saat mereka bercakap-cakap, tiba-tiba ada dua orang Pemuda gagah perkasa dan dengan tidak sengaja berjalan di tepi sungai tersebut. Karena mereka melihat dua sesosok wanita yang cantik jelita, mereka mengintip wanita tersebut, dengan bersembunyi di balik batu.
Jaka : Joko, lihat ada dua orang cantik jelita sedang mandi di
sungai(sambil mringis)
Joko : Jaka, kamu ini pikirannya kotor terus. Tidak boleh lho
hukumnya mengintip itu dosa
Tauuu. (sok yes)
Jaka : Tapi, jarang lho kesempatan datang dua kali ko
( mengangkat alis )
Joko : betul juga yaaaa. Ngintip yukkk(dengan hati riang)
Jaka : Ayukkkkkk. Cikiciu(dengan tersenyum manis)
DIsaat yang sama Brata kekasih Dewi merah sedang gelisah karena dia mendapatkan laporan kari pihak kerajaan karena kekasihnya sedang kabur dari kerajaan.
Pengawal : Raden,raden ,, gimana ini nasib Adinda Putri
( sambil merasa gelisah)
Brata : Memang kenapa ?(mengerutkan dahinya)
Pengawal :Haaa itu, eee eeee eee itu itu
Brata : Itu apa
Pengawal :Dewi Merah dan Dewi Putih kabur dari kerajaan……….
Brata : haaaaaaahhh apaaaa………..! ( dengan mata yang melotot )
Setelah beberapa lama Jaka Joko mengintip, ke-dua wanita tersebut memergoki mereka, Sehingga kedua putri itu berteriak-teriak untuk meminta bantuan.
Dewi merah dan Putih: Tolong tolong tolong tolong
( dengan rasa ketakutan )
Pengawal : Kayaknya itu suara Tuan putri, Raden
Brata : Benar pengawal
(sambil berlari menuju arah suara)
Brata : Ada apa Dinda ?
Dewi merah : Ada orang mengintip kuuuu(sambil menangis)
Brata : Siapa Dinda
Dewi merah : Mereka kanda….!
Brata : Lelaki biadab, mengapa kamu menginti
Kekasihku Aku , aku yang kekasihnya aja belum
pernah ngintip
Joko : derita lho thooo
Brata : Kamu ngejekyaaaa
Joko : tidak, tetapi aku hanya heran,wanita secantik
itu suka sama kamu
Jaka : ahhhh betul masak raden sejelek kamu ada yang
suka ( sambil mukanya bersungut mengejek
raden )
Brata : ahhhh… persetan dasar kalian tukang ngintip
cacingan…!
Mari kita selesaikan sekarang
Joko : Siapa takut
Pengawal : Akankah hamba turun dipeperangan ini
Brata : tidak perlu biar aku saja.
Lebih baik kamu jaga mereka
Pengawal : Siap raden
Dewi merah : Jangan lakukan itu kanda(menangis lagi)
Brata : Tak usah pedulikan aku, biarkan darahku ini
menjadi
saksi kalau aku memang
benar benar cinta padamu. Karena ruang hatiku
hanya terisi oleh dirimu
seorang.Pergiii pergi cepat pergii(sambil
membentak-bentak)
Dewi merah : kandaaaaaaaaaaaaaaa(menangis terus)
Peperangan pun di mulai
Brata : Jurus bulan sabit(sambil mengeluarkan gerakan)
Joko : Jurus bulan purnama(sambil marah)
Jaka : Jurus datang bulan…
Brata : Jurus Hujan(sambil mengeluarkan gerakan)
Joko/jaka : Jurus Payung
Brata :Kurang ajar tidak mempan. Rasakan jurusku
ini(dengan napas ngosngosan)
Hamehamehaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Joko : Wekkk tidak kenaaa(sambil melet)
Brata :Tidak berhasil lagi, Rasakan jurus pamungkasku Jurus babit
wirittttttt
Joko : Ahhhhhh dadaku sakitttttt kena pas hatikuuuuuuuuu
(slowmotion)
Aaaak aaakakakakak
Jaka : Kakakkkkkkk kamu (merintih sedih menangis)
Sekarang kamu berhadapan dengan kuuuu
Joko : eeeeeehhhhh aku Cuma pingsan bro !
Jaka :asem …. Ayo kita lawan si raden pengek itu
Joko : nggax ahh,…. Aq mau pinsan aja ( pingsan lagi )
Pertarunganpun dilanjudkan antara jaka dan brata (slowmotion)
Akhirnya dengan jurus ngintip kena babit bratapun menang….
Brata : ngintip sih yea kena babit rasainlu
Akhirnya Tuan Brata berhasil menakhlukkan Jaka.
Pengawal : hore-hore-hore…. Kita menang raden….hebat
yaaa,,,,,( sambil loncat-loncat )
Dewi merah : OHHH kandaaaa, Kamu begitu hebat.
Brata : terima kasih dinda, engkau telah memujiku. Tapi ini
memang sudah kewajiban
Kanda untuk menjaga adinda(sambil mengelus-
ngelus rambut adinda)
Dewi merah : Terimakasih kanda kamu memang lelaki yang begitu
sempurna dimata adinda selalu(sambil
Memeluk Raden Brata)
Dewi Putih : cieee ciee Kalian begitu romantic bagaikan romeo
dan Juliet(sambil tersenyum)
Brata : yang penting kamu itu selamat, sudah membuat
hatiku aman terkendali.
Dewi merah : Iya kanda aku juga merasa nyaman dekat
Kanda(sambil berpelukan)
Akhirnya Dewi Merah, Dewi Putih, Raden Brata, dan Pengawal kembali hidup seperti biasa di Kerajaan Dupuk Sari. Dan seiring berlalunya waktu Raden Brata dan Dewi Merahpun melangsungkan pernikahan.







0 komentar:
Posting Komentar